Sejarah Aqiqah Pada Zaman Jahiliyah – Paket Aqiqah Jogja Terbaik 2019

Aqiqah yang kita kenal sekarang merupakan suatu acara yang kita selenggarakan saat anak yang telah mencapai diantara umur 7, 14 atau 21 hari. Disana kita akan melakukan acara syukuran. Baik itu acara untuk menyembelih hewan seperti kambing dan domba, pemotongan rambut dan juga pemberian nama.
Akan tetapi tahukan kamu sebenarnya ada sedikit saja perbedaan yang memang membedakan antara aqiqah zaman sekarang dengan aqiqah yang di laksanakan pada zaman jahiliyah. Hal ini tentu saja ada beberapa hal yang memang gak sesuai sama sekali dengan ajaran islam atau sebenarnya memang kurang bagus. Maka dari itu ada sedikit penyempurnaan di dalamnya.

Sebenarnya kalau pada zaman jahiliyan itu tentu saja aqiqah akan banyak dikhususkan buat anak laki-laki saja. Karena pada zaman itu kalau ada yang sampai melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan itu dianggap merupaka hal yang sangat tabu. Bahkan yang sangat ekstrim pada zaman itu adalah mengubur bayi perempuan secara hidup-hidup.

Untuk tradisi yang berlaku pada zaman itu memang sama-sama dengan cara menyembelih hewan. Akan tetapi yang sangat kurang baik yaitu adalah dengan melumurkan darah hewan yang tadi telah di sembelih ke kepala sang bayi. Hal ini yang sebenarnya sangat di tentang oleh Nabi Muhammad SAW.

Maka dari tiu beliau datang untuk menyempurnakan dan memperbaiki beberapa kesalahan dan kebiasaan yang buruk. Yang seharusnya sama sekali gak boleh untuk dilakuin. Pada zaat beliau datang ke jazirah arab memang memberikan beberapa perbaikan akhlak disana. Hal ini tentu saja gak instan. Melainkan beliau melakukannya dengan secara perlahan.

Pada saat itu beliau langsung saja merubah bagaimana cara aqiqah dengan cara menunjukan cara aqiqah yang benar. Hal ini beliau lakukan saat melakukan aqiqah dua orang cucu kembarnya. Pada saat itu masing-masing cucu ini di aqiqahkan dengan menggunakan satu ekor kambing saja. Hal seperti ini pun dilakukan juga kepada bayi perempuan.

Karena pada zaman Nabi Muhammad SAW memang menekankan kalau yang namanya laki-laki dan perempuan itu derajatnya sama saja. Jadi gak boleh ada yang namanya melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan itu jadi tabu atau bahkan malahan di kubur hidup-hidup. Hal ini tentu saja sangat bertentangan. Baik itu dengan agama maupun prinsip HAM.

Untukumur bayi yang boleh di aqiqahkan yaitu yang telah berumur 7 hari, 14 hari maupun 21 hari. Dengan memberikan hasil olahan dari hewan yang sebelumnya di sembelih untuk aqiqah. Beda kalau d kurban yangmentah, kalau aqiqah itu harus sudah matang setelah itu boleh di bagikan pada tetangga ataupun fakir miskin di sekitarnya.

Itulah sejarah aqiqah zaman jahiliyah dalam paket aqiqah jogja terbaru 2019. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *